Televisi dan Gelombang Televisi
Posted by Unknown on 06.53 with No comments
PENGERTIAN TELEVISI (TV)
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal
yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu
yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata “televisi” merupakan gabungan
dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio(“penglihatan”) dari
bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak
jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata “Televisi” sendiri juga dapat
merujuk kepada “kotak televisi”, “acara televisi”, ataupun “transmisi
televisi”. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan
ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal
sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial
sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di
rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan
hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan
kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak
televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman.
Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui
Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.
Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti
televisi sirkuit tertutup, namun jenis televisi yang paling sering digunakan
adalah televisi penyiaran, yang dibuat berdasarkan sistem penyiaran radio yang
dikembangkan sekitar tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio
berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang televisi ke penerima gelombang
televisi.
Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui gelombang
radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 54-890
megahertz. Kini gelombang TV juga sudah memancarkan jenis suara stereo ataupun
bunyi keliling di banyak negara. Hingga tahun 2000, siaran TV dipancarkan dalam
bentuk gelombang analog, tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun
swasta kini beralih ke teknologi penyiaran digital.
Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam
sirkuit elektronik didalamnya, termasuk di antaranya sirkuit penerima dan
penangkap gelombang penyiaran. Perangkat tampilan visual yang tidak memiliki
perangkat penerima sinyal biasanya disebut sebagai monitor, bukannya televisi.
Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai penggunaan teknologi
seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupun
definisi tinggi (HDTV). Sistem televisi kini juga digunakan untuk pengamatan
suatu peristiwa, pengontrolan proses industri, dan pengarahan senjata, terutama
untuk tempat-tempat yang biasanya terlalu berbahaya untuk diobservasi secara
langsung.
Televisi amatir (ham TV atau ATV) digunakan untuk
kegiatan percobaan dan hiburan publik yang dijalankan oleh operator radio
amatir. Stasiun TV amatir telah digunakan pada kawasan perkotaan sebelum
kemunculan stasiun TV komersial.
GELOMBANG TELEVISI (TV)
Gelombang televisi merambat secara
lurus dan tidak dipantulkan oleh lapisan atmosfer , sehingga mempunyai
jangkauan yang sempit. Berdasarkan hal tersebut maka untuk menangkap siaran
televisi dari suatu pemancar diperlukan antena dan untuk mencapai daerah yang
jauh , maka dibuat stasiun pemancar penghubung. Untuk dapat menangkap sebuah
siaran televisi, maka kita harus menggunakan sebuah alat pemancar yang
disebut antena.
Penyiaran televisi biasanya disebarkan melalui
gelombang radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 300
MHz – 3 GHz. Gelombang ini merambat lurus, tidak dapat dipantulkan oleh atmosfer-atmosfer
bumi. Untuk menangkap sinyal gelombang televisi diperlukan sebuah stasiun
penghubung (relay) atau bahkan juga membutuhkan
sebuah satelit sebagai stasiun penghubung jarak yang sangat jauh.
Gelombang televisi bekerja sebagai pembawa informasi
gambar dan suara Gelombang televisi ini merambat lurus, tidak dapat dipantulkan
oleh ionosfer bumi sehingga diperlukan penghubung dengan satelit atau di
permukaan bumi untuk tempat yang sangat jauh.
Kelompok
frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi
sinyalnya disebut saluran (chenel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6
mhz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran
televisi komersia
- VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.
- VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.
- UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.
SEJARAH TELEVISI
Pada masa awal perkembangannya, televisi menggunakan
gabungan teknologi optik, mekanik, dan elektronik untuk merekam, menampilkan,
dan menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada akhir 1920-an, sistem
pertelevisian yang hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja telah
dikembangkan, dimana semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini.
Walaupun sistem mekanik akhirnya tidak lagi digunakan, pengetahuan yang didapat
dari pengembangan sistem elektromekanis sangatlah penting dalam pengembangan
sistem televisi elektronik penuh.
Gambar pertama yang berhasil dikirimkan secara
elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik sederhana, (seperti
pantelegraf) yang dikembangkan pada akhir abad ke-19. Konsep pengiriman gambar
bergerak yang menggunakan daya elektrik pertama kali diuraikan pada 1878
sebagai “teleponoskop” (konsep gabungan telepon dan gambar bergerak), tidak
lama setelah penemuan telepon. Pada saat itu, para penulis fiksi ilmiah telah
membayangkan bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan melalui
medium kabel, seperti halnya suara.
Ide untuk menggunakan sistem pemindaian gambar untuk
mengirim gambar pertama kali dipraktikkan pada 1881 menggunakan pantelegraf,
yaitu menggunakan mekanisme pemindaian pendulum. Semenjak itu, berbagai teknik
pemindaian gambar telah digunakan di hampir setiap teknologi pengiriman gambar,
termasuk televisi. Inilah konsep yang bernama “perasteran”, yaitu proses
merubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.
1880 – CAKRAM NIPKOW
Pada
tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman,
mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow,
sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke
pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. Setiap lubang cakram
diposisikan dengan selisih sudut yang sama agar dalam setiap putarannya cakram
tersebut dapat meneruskan cahaya melalui setiap lubang hingga mengenai lapisan
selenium peka cahaya yang menghasilkan denyut elektrik. Seiring dengan
peletakan posisi gambar yang difokuskan dipusat cakram, setiap lubang akan
memindai setiap “iris” horizontal dari keseluruhan gambar. Alat buatan Nipkow
ini tidak benar-benar dapat dipraktekkan hingga adanya kemajuan dalam teknologi
tabung penguat. Namun, alat tersebut hanya dapat memancarkan gambar “halftone”
— dikarenakan lubang dengan posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda —
melalui kabel telegraf atau telepon.
Rancangan
selanjutnya adalah menggunakan pemindai mirror-drum berputar sebagai perekam
gambar dan tabung sinar katode (CRT) sebagai perangkat tampilan. Pada 1907,
seorang ilmuwan Rusia, Boris Rosing, menjadi penemu pertama yang menggunakan
CRT dalam perangkat penerima dari sistem televisi eksperimental. Dia menggunakan
pemindai “mirror-drum” untuk mengirim gambar geometrik sederhana ke CRT.Namun,
untuk merekam gambar bergerak masih tidak dapat dilakukan, karena kepekaan
detektor selenium yang rendah.
1920 – John Logie Baird
Penemu
asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil menunjukan cara pemancaran
gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925,diikuti gambar bergerak
monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar
beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa
dengan spiral ganda.Demonstrasi oleh Baird ini telah disetujui secara umum oleh
dunia sebagai demonstrasi televisi pertama, sekalipun televisi mekanik tidak
lagi digunakan. Pada tahun 1927, Baird juga menemukan sistem rekaman video
pertama di dunia, yaitu “Phonovision”, yaitu dengan memodulasi sinyal output
kamera TV-nya ke dalam kisaran jangkauan audio, dia dapat merekam sinyal
tersebut pada cakram audio 10 inci (25 cm) dengan menggunakan teknologi rekaman
audio biasa. Hanya sedikit rekaman “Phonovision” Baird yang masih ada dan
rekaman-rekaman yang masih bertahan tersebut kemudian diterjemahkan dan
diproses menjadi gambar yang dapat dilihat pada 1990-an menggunakan teknologi
pemrosesan-sinyal digital.
Pada 1926, seorang insinyur
Hungaria, Kálmán Tihanyi, merancang
sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan yang sepenuhnya
elektronik, dan menggunakan prinsip “penyimpanan isi” di dalam tabung pemindai
(atau “kamera”).
Pada 1927, seorang penemu Rusia,
Léon Theremin, mengembangkan sistem televisi
dengan mirror-drum yang menggunakan sistem “video terjalin” untuk menghasilkan
resolusi gambar 100 baris.
Pada tahun yang sama, Herbert E.
Ives dari Bell Labs berhasil
mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang menghasilkan 16
gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City,
dan juga melalui gelombang radio dari Whippany, New Jersey.Ives menggunakan
layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek rekamannya termasuk
salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat itu, Herbert Hoover.
Pada tahun yang sama pula, Philo
Farnsworth berhasil membuat sistem
televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat
tampilan dan pickup, dimana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di
depan media pers pada 1 September 1928.
CATATAN TEMAN DEPAN DUDUKKU


Komentar :
- Dalam penulisan "Blangking" yang benar itu "Blanking", jika ditulis "Blangking" takut disalah artikan ataupun mempunyai arti yang berbeda.
- Baik, saya akan memberikan penjelasan gelombang AM dan FM jika sebelumnya oleh kelompok yang presentasi belum terlalu dijelaskan. Sepengetahuan saya gelombang AM memiliki range jangkauan yang lebih luas daripada gelombang FM.Tetapi ternyata gelombang FM bebas dari pengaruh gangguan udara, bandwidth yang lebih besar dari fasilitas yang tinggi.
- Sebenarnya perkembangan TV itu kalau dilihat perbedaanya dari dulu sampai sekarang dapat terlihat jelas , mungkin TV jaman dulu itu kecil, warnanya hitam putih, tetapi TV sekarang sudah canggih dengan kualitas gambar yang bagus.
- Untuk sejarah TV menurut saya intinya itu, Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
- Maaf sebelumnya kepada penulis ada tulisan yang salah yaitu "Singkronisasi"="Sinkronisasi" dan "Fararel"="Pararel" karena jika ditulis seperti itu pasti mempunyai arti yang berbeda.
- TV tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan mata, tetapi dapata juga menyebabkan :Resiko Sakit Jantung ,Gangguan Tidur, Kegemukan, Diabetes, Gangguan Konsentrasi, Asma, Mental Buruk, Kurang Bersosialisasi.
- Saya akan menambahkan dari cara kerja Televisi, ternyata Televisi juga mempunyai prinsip kerja yaitu pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di tranmisikan bersama sinyal gambar.
- Retrace pada gelombang blanking juga gelombang sinkronisasi vertikal dan horizontal, yang berfungsi mensinkronkan proses scanning dalam arah vertikal dan horizontal.
- Tambahan tentang definisi sinar katoda. Sinar katode (disebut pula pancaran elektron) adalah arus elektron yang diamati di dalam tabung vakum, yaitu tabung kaca hampa udara yang dilengkapi oleh paling sedikit dua elektrode logam yang diberi tegangan listrik, katode atau elektrode negatif dan anode atau elektrode positif.
- Saya akan menambahkan tentang definisi fluktuasi itu sendiri. Fluktuasi adalah ketidak tetapan atau guncangan, sebagai contoh terhadap harga barang dan sebagainya, atas segala hal yang bisa dilihat di dalam sebuah grafik.
Categories: Televisi (TV) dan Gelombang TV
0 komentar:
Posting Komentar