Kamis, 15 September 2016

Makalah Besaran dan Sistem Satuan

BESARAN DAN SISTEM SATUAN
DISUSUN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS
MATA KULIAH FISIKA DASAR




DISUSUN OLEH:
ABET BETA SIRAIS
FIKRAN ZULFIKAR
SITI YULIANTI

TEKNIK INFORMATIKA 2




STIKOM POLTEK CIREBON
Jl. Brigjend Darsono No. 33 Cirebon 45153 ' 0231 486475 
Email: informasi@stikompoltek.ac.id Website: www.stikompoltek.ac.id




 
 
     KATA PENGANTAR................................................................... …………   i
      DAFTAR ISI................................................................................... …………   ii
 
     BAB I. PENDAHULUAN............................................................... …………   1
1.1  Latar Belakang......................................................................... …………   1
 
1.2  Rumusan Masalah  .................................................................. ………....   1
          1.3  Tujuan .................................................................................... …………   1
 
     BAB III. PEMBAHASAN .............................................................. …………   2
          A.  Besaran ................................................................................... …………   2
          B.  Dimensi ................................................................................... …………   6
          C.  Satuan Sistem Internasional .................................................... …………   6
          D. Satuan ...................................................................................... …………   7
          E. Angka Penting .......................................................................... …………   10
 
     BAB IV. PENUTUP........................................................................ ………..     12
          3.1 Kesimpulan ............................................................................. ………..     12
          3.2 Saran ....................................................................................... ……
 



Nama
Dituliskan dalam
satuan
SI lainnya
Dituliskan dalam
satuan dasar SI
rad
m·m−1
sr
m2·m−2
Hz
s−1
N
kg·m·s−2
Pa
N/m2
kg·m−1·s−2
J
N·m
kg·m2·s−2
W
J/s
kg·m2·s−3
C
s·A
V
W/A
kg·m2·s−3·A−1
F
C/V
kg−1·m−2·s4·A2
Ω
V/A
kg·m2·s−3·A−2
S
A/V
kg−1·m−2·s3·A2
Wb
V·s
kg·m2·s−2·A−1
T
Wb/m2
kg·s−2·A−1
H
Wb/A
kg·m2·s−2·A−2
°C
temperatur relatif terhadap 273.15 K
K
lm
cd·sr
cd
lx
lm/m2
m−2·cd
Bq
radioaktivitas (peluruhan per satuan waktu)
s−1
Gy
J/kg
m2·s−2
Sv
J/kg
m2·s−2
kat
mol·s−1
Catatan
1. 
radian dan steradian, dulu diberikan status khusus, saat ini dianggap satuan turunan tak berdimensi.[33]:3
2. Urutan dalam tabel ini diatur sedemikian rupa sehingga setiap satuan turunan didasarkan hanya pada satuan dasar atau satuan turunan yang telah ada sebelumnya dalam tabel ini.
Besaran Pokok
Satuan MKS
Satuan CGS
Massa
kilogram (kg)
gram (g)
Panjang
meter (m)
centimeter (cm)
Waktu
sekon (s)
sekon (s)
Kuat Arus
ampere (A)
statampere (statA)
Suhu
kelvin (K)
kelvin (K)
Intensitas Cahaya
candela (Cd)
candela (Cd)
Jumlah Zat
kilomole (mol)
mol

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas Mata Kuliah Fisika Dasar  sampai selesai.
Saya  menyadari bahwa tulisan  ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya sangat menginginkan  masukan dan saran dari bapak, selaku dosen Mata Kuliah Fisika Dasar, demi penyempurnaan tugas ini ke arah yang lebih baik lagi.
Pada kesempatan ini juga, Saya  ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada bapak dan teman-teman yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan tulisan ini.
Akhirnya saya berharap agar tulisan  ini dapat bermanfaat bagi saya dan pembaca lainnya dalam proses pembelajaran dikemudian hari.


                                                                                   Cirebon, 15 September 2016


                                                                                                      Penulis








DAFTAR ISI
DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sifat-sifat dari suatu benda atau kejadian yang kita ukur, misalnya panjang benda, massa benda, lamanya waktu lari mengelilingi sebuah lapangan disebut besaran. Pada sebuah buku, Misalnya panjang buku sama dengan 25 sentimeter. sentimeter disebut satuan dari besaran panjang. Massa buku sama dengan 1 kilogram; kilogram disebut satuan dari besaran massa. Jadi satuan selalu mengikuti besaran, tidak pernah mendahuluinya.
Dimasyarakat kita kadang-kadang terdapat satuan-satuan yang tidak standar atau tidak baku, misalnya satuan panjang dipilih depa atau jengkal. Satuan tersebut tidak baku karena tidak mempunyai ukuran yang sama untuk orang yang berbeda. Oleh karena alasan-alasan itulah para ilmuan mengadakan penelitian besar-besaran yaitu General Conference on Weights and Measures of the International Academy of Science pada tahun 1960. Dalam sistem satuan ini, terdapat tujuh besaran yang disebut sebagai besaran pokok.
1.2  Rumusan Masalah
2.      Apa yang dimaksud besaran ?
3.      Bagaimana dimensi dalam besaran pokok dan besaran turunan ?
4.      Bagaimana sisten satuan Internasional ?
5.      Apa yang dimaksud satuan ?
6.      Apa yang dimaksud angka penting ?

1.2  Tujuan
·         Mahasiswa dapat menetukan besaran – besaran dalam fisika,  baik besaran dasar dan besaran turunan.
·         Mahasiswa dapat menuliskan dimensi dari besaran dasar dan besaran turunan.
·         Mahasiswa dapat menentukan satuan dari setiap besaran fisika, baik besaran dasar maupun besaran turunan.
·         Mahasiswa Dapat menggunakan aturan angka penting dalam perhitungan hasil pengukuran.

BAB II
PEMBAHASAN

A.   BESARAN
Besaran adalah suatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka dan nilai yang memiliki satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu
1. dapat diukur atau dihitung
2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan
Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat dikatakan sebagai besaran.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu:
1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
Dalam fisika besaran ada dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
a.      Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.
Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih dahulu.




1.      Panjang
 Satuan Panjang = Meter (M)
Meter pertama kali didefinisikan pada 1973 dengan membagi jarak dari kutub utara sampai ke katulstiwa menjadi 10 juta bagian yang sama. Hasilnya diproduksi menjadi 3 batang platina dan beberapa batang besi. Karena selanjutnya diketahui bahwa pengukuran jarak dari kutub ke katulstiwa tidak akurat, maka pada 1960 standar ini ditinggalkan. Saat ini 1 meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya pada ruang hampa selama 1/299792458 detik
2.      Waktu
 Satuan Waktu = Detik/Sekon (S)
Satuan waktu awalnya didefinisikan sebagai 1/86400 dari waktu satu hari, namun karena rotasi bumi tidak konstan, maka definisi ini diganti menjadi 1/31556925.9747 dari tahun 1900. pada 1967, definisi ini kembali diganti.detik adalah selang waktu dari 9.192.631.770 periode radiasi yang disebabkan karena transisi 2 atom cesium – 133 pada ground state.
3.      Massa
 Satuan Massa = Kilogram (kg)
pada 1799, kilogram didefinisikan sebagai massa
air pada 4 derajat celcius yang menempati 1 desimeter kubik. Namun kemudian ditemukan bahwa volume air yang diukur ternyata 1,000028 desimeter kubik, sehingga standar ini ditinggalkan pada 1889.
Kilogram didefinisikan oleh sebuah benda silinder yang terbuat dari lempeng platina dan 10% indium pada ruang hampa di dekat paris Kilogram merupakan satu-satunya satuan standar yang tidak bisa dipindahkan. Tiruan-tiruan telah dibuat dengan ketelitian mencapai 1/108part, namun metalurgi abad 19 belum baik, sehingga ketidakmurnian pada logam menyebabkan kesalahan sekitar 0.5 part per billion setiap tahunnya.
4.       Arus listrik
Satuan Arus Listrik = Ampere (A)
Saat arus listrik mengalir lewat suatu kabel, maka bidang magnet akan berada di sekeliling kabel. Ampere didefinisikan pada 1948 dari kekuatan tarik-menarik dua kabel yang berarus listrik.
1 ampere adalah arus listrik konstan dimana jika terdapat dua kabel dengan panjang tak terhingga dengan circular cross section?? yang dapat diabaikan, ditempatkan dengan jarak 1 meter pada ruang hampa, akan menghasilkan gaya 2 x 107 newton per meter.
5.       Suhu atau Temperature
Satuan Suhu atau temperature Termodinamis = Kelvin (K)
Definisi dari temperature didasarkan pada diagram fase air, yaitu posisi titik tripel air (suhu dimana 3 fase air berada bersamaan) yang didefinisikan sebagai 273,16 kelvin, kemudian nol mutlak didefinisikan pada 0 kelvin, sehingga 1 kelvin didefiniskan sebagai 1/273.16 dari temperature titik tripel air.
6.       Jumlah Zat
satuan Jumlah Zat = Mol (Mol)
mol adalah istilah yang digunakan sejak 1902, dan merupakan kependekan dari “gram-molecule”.1 Mol adalah jumlah zat yang mengandung zat elementer sebanyak atom yang terdapat pada 0.012 kg karbon – 12. saat istilah mol digunakan, zat elementernya harus dispesifikasikan, mungkin atom, molekul, electron, atau partikel lain.
Kita dapat membayangkan satu mol sebagai jumlah atom dalam 12 gram karbon 12. bilangan ini disebut bilangan Avogadro, yaitu 6.0221367 x 1023
7.      Intensitas Cahaya
satuan Intensitas Cahaya = Candela (C)
Satuan intensitas cahaya diperlukan untuk menentukan brightness (keterangan) dari suatu cahaya. Sebelumnya, lilin dan bola lampu pijar digunakan sebagai standar. Standar yang digunakan saat ini adalah sumber cahaya monokromatik(satu warna), biasanya dihasilkan oleh laser, dan suatu alat bernama radiometer digunakan untuk mengukur panas yang ditimbulkan saat cahaya tersebut diserap.1 candela adalah intensitas cahaya pada arah yang ditentukan, dari suatu sumber yang memancarkan radiasi monokromatik dengan frekuensi 540 x 1012 per detik, dan memiliki intensitas radian pada arah tersebut sebesar (1/683) watt per steradian.
Berikut ini 2 macam besaran pokokn tak berdimensi :
1.       Sudut Datar
Satuannya Radian
2.       Sudut Ruang
Satuannya Steradian

b.      Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran  yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok , satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok, begitu juga berlaku didalam satuan besaran turunan yang merupakan pembagian besaran pokok. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.



Dimensi
Definisi Dimensi adalah cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya berdasarkan besaran pokok dengan menggunakan lambang / huruf tertentu yang ditempatkan dalam kurung siku.
Contoh :  Dimensi dari besaran pokok panjang dengan satuan meter adalah  [L], dimensi dari besaran pokok Massa dengan satuan kg adalah [M]. Untuk menuliskan dimensi dari besaran turunan dapat anda  lihat sebagai berikut :
a)      Massa jenis ((ρ) memiliki satuan   kg/m³ dengan dimensi = [M]/[L]³  ditulis  [M][L]-³
b)      Kecepatan (v)  adalah perubahan posisi benda (perpindahan) tiap satuan waktu mempunyai satuan m/s  dengan dimensi  =  L/T  ditulis  LT-¹
c)      Percepatan (a) adalah perubahan kecepatan tiap satuan waktu, mempunyai satuan m/s² dengan dimensi = L/T² ditulis LT-²
Kegunaan Dimensi :
1.      Membuktikan dua besaran fisis setara atau tidak.
2.      Menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar..
3.      Menurunkan persamaan suatu besaran fisis jika kesebandingan besaran fisis tersebut dengan besaran-besaran fisis lainnya diketahui

Sistem Satuan Internasional
Sistem Satuan Internasional (nama aslinya dalam bahasa Perancis: Système International d'Unités atau SI) adalah bentuk modern dari sistem metrik dan saat ini menjadi sistem pengukuran yang paling umum digunakan. Sistem ini terdiri dari sebuah sistem satuan pengukuran yang koheren terdiri dari 7 satuan dasar. Sistem ini mendefinisikan 22 satuan, dan lebih banyak lagi satuan turunan. Sistem ini juga memunculkan satu set terdiri dari 20 prefiks pada nama dan simbol satuan yang dapat digunakan untuk perkalian dan pembagian satuan.
Sistem ini dipulikasikan pada tahun 1960 sebagai hasil dari inisiatif yang dimulai tahun 1948. Pada awalnya sistem ini merupakan sistem MKS, yaitu panjang (meter), massa (kilogram), dan waktu (detik/sekon). SI ditujukan menjadi sistem yang berkembang, maka prefiks dan satuan dibuat dan definisi satuan dimodifikasi melalui persetujuan internasional seiring teknologi pengukuran berkembang dan presisi pengukuran meningkat. Konferensi Umum tentang Berat dan Pengukuran (General Conferences on Weights and Measures, CGPM) ke-24 dan 25 tahun 2011 and 2014, misalnya, mendiskusikan proposal untuk mengubah definisi kilogram, menghubungkannya ke invarian alam daripada massa sebuah artefak, sehingga memastikan stabilitas jangka panjang.
Dalam sistem SI terdapat 7 satuan dasar/pokok SI dan 2 satuan tanpa dimensi. Selain itu, dalam sistem SI terdapat standar awalan-awalan (prefix) yang dapat digunakan untuk penggandaan atau menurunkan satuan-satuan yang lain.
B.   SATUAN
Satuan adalah sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat(w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.
Satuan yang diturunkan dari satuan dasar SI

a.       Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional tau disebut dengan satuan internasional (SI). Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)


Tabel Satuan Baku

b.       Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
Angka Penting
Dalam kegiatan mengukur dengan menggunakan alat ukur seperti jangka sorong misalnya, anda tentu akan memperoleh hasil pengukuran berupa angka-angka. Sebagai contoh, saat anda mengukur diameter tabung, anda mempeoleh angka 3,24 cm.  Maka angka 3 dan 2 merupakan angka pasti dan angka 4 merupakan angka taksiran sesuai ketelitian alat ukur. Angka pasti atau eksak merupakan angka hasil pengukuran yang tidak diragukan nilainya. Angka taksiran merupakan angka hasil pengukuran yang masih diragukan nilainya. Semua angka hasil pengukuran merupakan Angka Penting. Jadi Angka penting terdiri dari angka pasti yang terbaca pada skala alat ukur dan angka taksiran ( perkiraan) yang sesuai dengan tingkat ketelitian alat ukur yang digunakan. Oleh karena itu, jumlah angka penting hasil pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan Mistar, jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup tentunya akan berbeda, sesuai dengan tingkat ketelitian masing-masing alat ukur tersebut.
Aturan menentukan jumlah Angka Penting
1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.  Contoh : hasil pengukuran panjang pensil adalah 21,4 cm. maka jumlah angka pentingnya memiliki 3 angka penting
2. Semua angka   nol yang terletak diantara bukan angka nol, adalah angka penting. Contoh : Hasil menimbang sebuah mangga,  adalah 507,09 gram. Jumlah angka pentingnya  adalah 5 angka penting.






BAB III
PENUTUP

3.1     Kesimpulan
Besaran adalah suatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka dan nilai yang memiliki satuan. Dari pengertian tersebut , jadi besaran dan satuan mempunyai keterkaitan. Sedangkan satuan diartikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Selain mempunyai keterkaitan dengan satuan, besaran juga mempunyai keterkaitan dengan dimens. Karena dimensi diartikan cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya berdasarkan besaran pokok dengan menggunakan lambang / huruf tertentu yang ditempatkan dalam kurung siku. Angka penting merupakan semua angka hasil pengukuran .
3.2     Saran
Kita harus mempelajari besaran dan sistem satuan karena tanpa kita sadari besaran dan sistem satuan tersebut ada dalam kehidupan kita sehari-hari, jadi kita dapat mengaplikasikannya dalam kegitan kita.




DAFTAR PUSTAKA





Kamis, 04 Februari 2016

Televisi dan Gelombang Televisi

Televisi (TV) dan Gelombang Televisi (TV)



TV dulu dan sekarang


PENGERTIAN TELEVISI (TV)

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio(“penglihatan”) dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata “Televisi” sendiri juga dapat merujuk kepada “kotak televisi”, “acara televisi”, ataupun “transmisi televisi”. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.
Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun jenis televisi yang paling sering digunakan adalah televisi penyiaran, yang dibuat berdasarkan sistem penyiaran radio yang dikembangkan sekitar tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang televisi ke penerima gelombang televisi.
Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 54-890 megahertz. Kini gelombang TV juga sudah memancarkan jenis suara stereo ataupun bunyi keliling di banyak negara. Hingga tahun 2000, siaran TV dipancarkan dalam bentuk gelombang analog, tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini beralih ke teknologi penyiaran digital.
Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam sirkuit elektronik didalamnya, termasuk di antaranya sirkuit penerima dan penangkap gelombang penyiaran. Perangkat tampilan visual yang tidak memiliki perangkat penerima sinyal biasanya disebut sebagai monitor, bukannya televisi. Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai penggunaan teknologi seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupun definisi tinggi (HDTV). Sistem televisi kini juga digunakan untuk pengamatan suatu peristiwa, pengontrolan proses industri, dan pengarahan senjata, terutama untuk tempat-tempat yang biasanya terlalu berbahaya untuk diobservasi secara langsung.
Televisi amatir (ham TV atau ATV) digunakan untuk kegiatan percobaan dan hiburan publik yang dijalankan oleh operator radio amatir. Stasiun TV amatir telah digunakan pada kawasan perkotaan sebelum kemunculan stasiun TV komersial.

       
GELOMBANG TELEVISI (TV)
 
            Gelombang televisi merambat secara lurus dan tidak dipantulkan oleh lapisan atmosfer , sehingga mempunyai jangkauan yang sempit. Berdasarkan hal tersebut maka untuk menangkap siaran televisi dari suatu pemancar diperlukan antena dan untuk mencapai daerah yang jauh , maka dibuat stasiun pemancar penghubung. Untuk dapat menangkap sebuah siaran televisi, maka kita harus menggunakan  sebuah alat pemancar yang disebut antena.
Penyiaran televisi biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 300 MHz – 3 GHz. Gelombang ini merambat lurus, tidak dapat dipantulkan oleh atmosfer-atmosfer bumi. Untuk menangkap sinyal gelombang televisi diperlukan sebuah stasiun penghubung (relay) atau bahkan juga membutuhkan  sebuah satelit sebagai stasiun penghubung jarak yang sangat jauh.
Gelombang televisi bekerja sebagai pembawa informasi gambar dan suara Gelombang televisi ini merambat lurus, tidak dapat dipantulkan oleh ionosfer bumi sehingga diperlukan penghubung dengan satelit atau di permukaan bumi untuk tempat yang sangat jauh.
Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya disebut saluran (chenel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 mhz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran televisi komersia

  1. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ. 
  2. VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.
  3. UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.
SEJARAH TELEVISI


Pada masa awal perkembangannya, televisi menggunakan gabungan teknologi optik, mekanik, dan elektronik untuk merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada akhir 1920-an, sistem pertelevisian yang hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja telah dikembangkan, dimana semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini. Walaupun sistem mekanik akhirnya tidak lagi digunakan, pengetahuan yang didapat dari pengembangan sistem elektromekanis sangatlah penting dalam pengembangan sistem televisi elektronik penuh.
Gambar pertama yang berhasil dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik sederhana, (seperti pantelegraf) yang dikembangkan pada akhir abad ke-19. Konsep pengiriman gambar bergerak yang menggunakan daya elektrik pertama kali diuraikan pada 1878 sebagai “teleponoskop” (konsep gabungan telepon dan gambar bergerak), tidak lama setelah penemuan telepon. Pada saat itu, para penulis fiksi ilmiah telah membayangkan bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan melalui medium kabel, seperti halnya suara.
Ide untuk menggunakan sistem pemindaian gambar untuk mengirim gambar pertama kali dipraktikkan pada 1881 menggunakan pantelegraf, yaitu menggunakan mekanisme pemindaian pendulum. Semenjak itu, berbagai teknik pemindaian gambar telah digunakan di hampir setiap teknologi pengiriman gambar, termasuk televisi. Inilah konsep yang bernama “perasteran”, yaitu proses merubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.


1880 – CAKRAM NIPKOW
Pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow, sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. Setiap lubang cakram diposisikan dengan selisih sudut yang sama agar dalam setiap putarannya cakram tersebut dapat meneruskan cahaya melalui setiap lubang hingga mengenai lapisan selenium peka cahaya yang menghasilkan denyut elektrik. Seiring dengan peletakan posisi gambar yang difokuskan dipusat cakram, setiap lubang akan memindai setiap “iris” horizontal dari keseluruhan gambar. Alat buatan Nipkow ini tidak benar-benar dapat dipraktekkan hingga adanya kemajuan dalam teknologi tabung penguat. Namun, alat tersebut hanya dapat memancarkan gambar “halftone” — dikarenakan lubang dengan posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda — melalui kabel telegraf atau telepon.
Rancangan selanjutnya adalah menggunakan pemindai mirror-drum berputar sebagai perekam gambar dan tabung sinar katode (CRT) sebagai perangkat tampilan. Pada 1907, seorang ilmuwan Rusia, Boris Rosing, menjadi penemu pertama yang menggunakan CRT dalam perangkat penerima dari sistem televisi eksperimental. Dia menggunakan pemindai “mirror-drum” untuk mengirim gambar geometrik sederhana ke CRT.Namun, untuk merekam gambar bergerak masih tidak dapat dilakukan, karena kepekaan detektor selenium yang rendah.

1920 – John Logie Baird
Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925,diikuti gambar bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa dengan spiral ganda.Demonstrasi oleh Baird ini telah disetujui secara umum oleh dunia sebagai demonstrasi televisi pertama, sekalipun televisi mekanik tidak lagi digunakan. Pada tahun 1927, Baird juga menemukan sistem rekaman video pertama di dunia, yaitu “Phonovision”, yaitu dengan memodulasi sinyal output kamera TV-nya ke dalam kisaran jangkauan audio, dia dapat merekam sinyal tersebut pada cakram audio 10 inci (25 cm) dengan menggunakan teknologi rekaman audio biasa. Hanya sedikit rekaman “Phonovision” Baird yang masih ada dan rekaman-rekaman yang masih bertahan tersebut kemudian diterjemahkan dan diproses menjadi gambar yang dapat dilihat pada 1990-an menggunakan teknologi pemrosesan-sinyal digital.

Pada 1926, seorang insinyur Hungaria, Kálmán Tihanyi, merancang sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan yang sepenuhnya elektronik, dan menggunakan prinsip “penyimpanan isi” di dalam tabung pemindai (atau “kamera”).

Pada 1927, seorang penemu Rusia, Léon Theremin, mengembangkan sistem televisi dengan mirror-drum yang menggunakan sistem “video terjalin” untuk menghasilkan resolusi gambar 100 baris.

Pada tahun yang sama, Herbert E. Ives dari Bell Labs berhasil mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City, dan juga melalui gelombang radio dari Whippany, New Jersey.Ives menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek rekamannya termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat itu, Herbert Hoover.

Pada tahun yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup, dimana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers pada 1 September 1928.


CATATAN TEMAN DEPAN DUDUKKU







Komentar :
  1. Dalam penulisan "Blangking" yang benar itu "Blanking", jika ditulis "Blangking" takut disalah artikan ataupun mempunyai arti yang berbeda.
  2. Baik, saya akan memberikan penjelasan gelombang AM dan FM jika sebelumnya oleh kelompok yang presentasi belum terlalu dijelaskan. Sepengetahuan saya gelombang AM memiliki range jangkauan yang lebih luas daripada gelombang FM.Tetapi ternyata gelombang FM bebas dari pengaruh gangguan udara, bandwidth yang lebih besar dari fasilitas yang tinggi.
  3. Sebenarnya perkembangan TV itu kalau dilihat perbedaanya dari dulu sampai sekarang  dapat terlihat jelas , mungkin TV jaman dulu itu kecil, warnanya hitam putih, tetapi TV sekarang sudah canggih dengan kualitas gambar yang bagus.
  4. Untuk sejarah TV menurut saya intinya itu, Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
  5.  Maaf sebelumnya kepada penulis ada tulisan yang salah yaitu "Singkronisasi"="Sinkronisasi" dan "Fararel"="Pararel" karena jika ditulis seperti itu pasti mempunyai arti yang berbeda.
  6.  TV tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan mata, tetapi dapata juga menyebabkan :Resiko Sakit Jantung ,Gangguan Tidur, Kegemukan, Diabetes, Gangguan Konsentrasi, Asma, Mental Buruk, Kurang Bersosialisasi.
  7. Saya akan menambahkan dari cara kerja Televisi, ternyata Televisi juga mempunyai prinsip kerja yaitu pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di tranmisikan bersama sinyal gambar.
  8. Retrace pada gelombang blanking juga gelombang sinkronisasi vertikal dan horizontal, yang berfungsi mensinkronkan proses scanning dalam arah vertikal dan horizontal.
  9.  Tambahan tentang definisi sinar katoda. Sinar katode (disebut pula pancaran elektron) adalah arus elektron yang diamati di dalam tabung vakum, yaitu tabung kaca hampa udara yang dilengkapi oleh paling sedikit dua elektrode logam yang diberi tegangan listrik, katode atau elektrode negatif dan anode atau elektrode positif.
  10. Saya akan menambahkan tentang definisi fluktuasi itu sendiri. Fluktuasi adalah ketidak tetapan atau guncangan, sebagai contoh terhadap harga barang dan sebagainya, atas segala hal yang bisa dilihat di dalam sebuah grafik.

Jumat, 30 Oktober 2015

Komponen-Komponen Komputer LAB SMKN 1 Lemahabang




Gambar tersebut merupaka spesifikasi dan kelebihan dari komponen-komponen komputer yang akan digunakan di LAB  SMKN 1 Lemahabang. Dan inilah penjelasan dari gambar tersebut karena kemungkinan gambar tersebut kurang jelas.

 1. Motherboard Asrock H61M-VG3
       
     Spesifikasi :
             Menggunakan Teknologi micro ATX
             Menggunakan socket tipe 1155
             Memiliki 2 slot RAM yang mendukung jenis DDR 3 dengan clock sampai 1600hz
             Memiliki 1 port Pcie 3.0  x16
             Memiliki 1 port Pcie 2.0 x1
             Suport jack audio HD 5.1
             Memiliki 6 port Pcie LAN
             Memiliki 4 port Sata 2
             Meiliki 8 port usb 2.0
             Mendukung prosessor intel core i7/i5/i3

   Kebebihan :

  •  Menggunakan teknologi XFAST LAN yang menyuguhkan kecepatan internet terbaik dijaringan.
  •  Adanya fitur XFAST RAM  yang sepenuhnya mengoptimalkan penggunaan memori
  •  XFAST USB , merupakan fitur yang mensuport kecepatan / boost transfer data melaui port USB.
  •  Bootingnya cepat, jadi tidak perlu menunggu lama

      2. VGA CARD NVIDIA FORSA NT630023B

          Spesifikasi :
             Nvidia unifield yang mendukung berbagai arsitektur grafis.
             Nvidia Cuda yang merupakan teknologi GPU akselerasi untuk merender grafis dengan cepat.
             Menggunakan Physx teknologi untuk membuat gambar semakin jelas dan hidup.
             Memiliki chip Giga Thread arsitektur
             Menggunakan Pcie Express 2.0
             Mendukung Dual Stream akselerasi
             Open GL 3.1 Optimisasi
             Mendukung Microsoft Windows 7
             Memnggunakan mesin Lumene
             16 x Anti Aliasting
             Menggunakn HDR render grafis
             Telah mendukung Direct 10.1


Kelebihan :

  •   Memiliki Fitur Gorgeus Graphics untuk pengolahan gambar yang lebih smooth.
  •   Menggunakan GPU Cuda dengan akselerasi tinggi
  •   Mendukung DVI / PCI express
  •   Memiliki fitur fantastic dalam multimedia video
  •   Meiliki pengalaman premium didalam sistem operasi windows
  •   Mendukung sistem operasi windows 7


     2. Prosessor Intel Core i3-324D LGA 1155 3.4 GHz @3MB cache
         Spesifikasi :

             Intel i3 dengan clockspeed 3.4 GHz
             Menggunakan 3MB cache untuk multitask lebih mulus
             Menggunakan daya 55w

         Kelebihan :
  •  Memiliki kecepatan yang tinggi
  •  Membutuhkan daya yang rendah
  • Stabil dalam multitask
  •  Memiliki 3 core inti


    4. Harddisk Seagate 320 GB sata
     
         Spesifikasi :

             Mendukung Format NTFS
             320 GB storage
             Mendukung Jenis Kabel Sata

       Kelebihan :
  •   Seagate meiliki kecepatan rotasi yang tinggi
  •   Irit daya
  •   Jarang dijumpai Bad sector


    5.  Monitor AOC E16705 16”

         Spesfikasi & Kelebihan :
  •  Menggunakan teknologi LED
  •  Membutuhkan sedikit daya sehingga membuat irit listrik
  •  Mendukung resolusi gambar lebar 39.5cm HD
  •  Suport untuk windows 8


     6.   Lain-lain :

             Menggunakan DVD LG multi Writer
             Ram DDR3 midas Force PC 1333Hz
             Mouse & Keyboard Votre
             Kesing CPU Predator

Kesimpulan :
Jadi, dari komponen-komponen yang digunakan tersebut cukup untuk sebuah LAB. Karena spesifikasi yang digunakan cukup bagus juga.

    

Jumat, 23 Oktober 2015

Membangun Jaringan LAN

Membangun Jaringan LAN di LAB


 Skema/Denah
Skema dengan Topologi Bus
Ket: "Skema 20 PC" itu ada kabel yang tersambung dari Switch ke Server jika PC yang akan digunakannya itu 20.


Alat dan Bahan
- 20 PC + 1 Server
- Switch 24 port
- Kabel UTP
- Konektor RJ-45 45 buah
- Crimping Tools
- LAN Taster
- Hub (jika ditambah dengan 20 PC lagi)

Langkah-Langkah :
  1. Siapkan kabel straight yang sudah dibuat dan sudah di tes dengan LAN tester
  2. Sambungkan 20 PC ke Switch , dan server juga ke swicth
  3. Setelah semuanya tersambung, setting network connection di control panel>network and internet>network and sharing center>change adapter settings
  4. Klik kanan local Area Conection pilih properties
  5. Pilih internet protocol (TCP/IP) pilih properties
  6. Pilih use the following IP Address
  7. Masukan IP Address : 192.168.1.3-192.168.1.22 (untuk client) subnet mask : 255.255.255.0 dan IP adress : 192.168.1.2 (untuk server)
  8. Pilih OK
  9. Klik kanan my computer pilih properties
  10. Pilih "Computer Name" pilih tombol "change"
  11. Di member of pilih "workgorup" isi apa saja misal "TKJ07"
  12. Isi "Computer Name" apa saja misal "PC1"
  13. Pilih "OK" omatis windows merestart
  14. Lakukan hal demikian di komputer lain dengan syarat

"Computer Name" harus berbeda dan Ip address harus berbeda yang lainya harus sama,misal dikomputer lain ‘computer name’ di isi ‘PC2′ dan ip addressnya : 198.168.1.4 untuk IP Address yang harus berbeda cuma digit terakhir yang lainya harus sama.

Untuk memastikan PC-PC tersebut sudah tersambung atau belum, buka command prompt ketik IP Address Pc tersebut misal "ping 192.168.1.4" enter . Jika hasilnya "% loss"  berarti sudah tersambung tetapi jika "100% loss" berarti belum tersambung atau ada kesalahan  dalam konfigurasi.

Dan jika ditambah 20 PC lagi, maka tinggal ditambahkan 1 switch lagi dan 1 hub. Nanti server langsung disambungkan ke hub , sedangkan switch 1 dan 2 disambungkan ke  hub. Masing-masing 20 PC disambungkan ke switch 1, dan 20 PC lagi disambungkan ke switch 2. Untuk konfigurasi IP Address sama dengan yang di atas tinggal diteruskan,begitu juga dengan workgroup.




Selasa, 13 Oktober 2015

Sekilas Info Tentang Radio




KHANIF KURNIAWAN




















Komentar Kesimpulan Materi Radio
  1. Dari kesimpulan tersebut lebih tepatnya pengertian Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Jadi bukan penggunaan sinyal. 
  2.  Dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF; "radio frequency")) pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.
  3.  Sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio,gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa.
  4. Tambahkan keterangan lagi bahwa itu adalah dua metode transmisi gelombang audio.
  5.  Dan Itu dijelaskan oleh James Clerk Maxwell  pada tahun 1873 dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.
  6.  Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang memata-matai armada Rusia pada saat Perang Tsushima di 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah pada saat tenggelamnya RMS Titanic pada 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam, dan kapal terdekat, dan komunikasi ke stasiun darat mendaftar yang terselamatkan.
  7.  Dan Ketika gelombang radio dikirim melalui kabel kemudian dipancarkan oleh antena, osilasi dari medan listrik, dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel.
  8. Seperti spektrum elektromagnetik yang lain, gelombang radio juga merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik.
  9. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran, dan merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan ranah publik, dan sumber daya alam terbatas. Jadi itu lebih tepatnya gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik.
  10.  Ditambah beragam show, dan banyak hiburan lainnya; tidak hanya berita, dan musik saja. Dan juga Penggunaan radio dalam masa sebelum perang adalah pengembangan pendeteksian, dan pelokasian pesawat, dan kapal dengan penggunaan radar. Sekarang ini, radio banyak bentuknya, termasuk jaringan tanpa kabel, komunikasi bergerak di segala jenis, dan juga penyiaran radio.